Periode pleitosen
Pada permulaan Pleistosen, bumi memasuki masa yang sangat dingin. Ini disebabkan karena terjadi perpindahan periode glasial menuju ke periode inter-glasial. Posisi benua walaupun tidak banyak mengalami perubahan tetapi diperkirakan telah bergeser lebih dari 100 Kilometer.
Pleistosen adalah periode keenam era Kenozoikum. Akhir Pleistosen berakhir sesuai dengan akhir periode glasial. Dalam arkeologi, Plestosen sering dihubungkan dengan masa Paleolitik.
Periode Pleistosen dibagi menjadi empat tahap atau usia perkembangan; Gelasius, Calabria, Ionian, dan Tarantianian. Semua tahap itu biasanya digunakan di Eropa.
Tundra
merupakan dunia hutan tanah yang membeku abadi selama periode
Pleistosen. Dengan musim tumbuh tanaman yang sangat pendek, kebanyakan
di antaranya merupakan tanaman dari jenis lumut, liken, dan kelompok alang-alang.
Di
wilayah yang lebih rendah dengan iklim yang lebih kering telah berhasil
membawa keragaman vegetasi dari gurun. Sementara lapisan es yang
menutupinya kemudian secara terpisah dapat tersebar di beberapa bagian
Bumi yang lebih tinggi, terutama di wilayah utara.
Antartika
walaupun sama dingin-nya dengan wilayah Artik, kedua tempat ini terpisah
menjadi benua bagian selatan-utara dan oleh karenanya proses
pembentukan glasir yang membentuk bukit-bukit glasir berbeda dengan
wilayah lainnya.
Waktu untuk permulaan yang pasti berkenaan dengan proses pembentukan
glasier Utara tidaklah sama pasti pasti, namun beberapa catatan dari
penelitian isotop oksigen telah menunjukkan terjadi selama waktu akhir periode Pliosen sekitar 3 atau 2 juta tahun yang lalu.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar